Sunday, March 11, 2007

FRIENDSTER

Saya ingin bicara sedikit tentang Friendster ini. Berbicara soal Friendster ini jadi ingat banyak memory yang menarik. Dulu saya seorang penggemar Friendster. dimulai dari bulan Maret 2004, waktu itu saya tidak tahu ada teman yang meng-add saya di Friendster, karena waktu itu saya sama sekali buta soal Friendster ini. Ga tau, ga mau tau dan ga mau peduli soal Friendster ini. Tapi, yang saya tahu saya sudah meng-iya-kan invitation dari salah seorang teman. Dan saat itu saya tidak ambil pusing. Baru sekitar pertengahan tahun 2004 saya mengenal yang namanya Friendster ini lebih dalam karena saya menggunakan broadband internet yang saya bayar per-bulannya, jadi amat sangat disayangkan apabila saya tidak menggunakan Friendster ini.

Ok,

namanya Friendster.. penasaran karena makin lama makin sering disebut. Begitu saya masuk Friendster saya, saya langsung edit2..

besoknya

ganti2 profile, add temen2, pajang2 foto, ganti2 foto.. kasi2 testi, terima testi, message2 an, send a smile juga.. yah apa ajalah yang bisa dinikmati di friendster

mengingat friendster jadi inget satu kejadian yang paling berkesan

dulu saya paling suka liat profile salah satu temen, selalu buka profilenya sampe hafal apa aja isinya, liat2 fotonya dan kalau bisa jadi orang paling cepet yang baca bulletin post nya. sampe saya itu bener2 takes to my mind and my feeling mengenai apa yang dia tulis. baca2 juga blog friendsternya dan saya jadi sangat super sensitive baca segala hal tentang dia. Dikit2 kalau tidak menemukan eksistensi saya dalam dunia Friendsternya, saya langsung manyun, jadi pikiran. Sampe saya jadi deg2-an sendiri kalau buka Friendster dan baca buletin post terbaru tentang dia. yah begitulah saya menjelma menjadi super sensitive person dalam dunia friendster.

Dalam hal lain, yah saya tetap senang dengan friendster. Saya suka terima testimonial dari beberapa teman, meskipun beberapa diantaranya hanya berupa joke, gambar ngerjain, ucapan selamat ulang tahun, dan beberapa ucapan pada event khususnya seperti Natal, Tahun baru, etc.

menurut saya, Friendster juga bisa menjadi salah satu alat publikasi. Saya ingat dulu ada teman di FS, yang memajang bulletin post yang isinya dia ingin membeli buku komik dari antara teman2 di FS yang punya, karena dia udah ngilangin punya temennya dan berharap salah satu dari sekian banyak teman FSnya bisa mengontak dia untuk transaksi lebih lanjut. Yah creative juga caranya.

Pernah juga, salah seorang teman yang pada mulanya hanya saya kenalkan pada Friendster, belakangan jadi keranjingan sendiri. Dia mantan teman kos saya, sering sekali ketika saya masuk kamarnya, dia lagi maen Friendster, bisa berjam-jam. Menelusuri mantan teman-teman sejawatnya, baik teman SMU nya, teman kuliahnya, sodara-sodaranya baik yang dekat maupun yang jauh. Kalau mau dikalkulasikan, mungkin waktu yang ia pakai untuk bermain Friendster sama dengan orang yang lagi ketagihan bermain Game online, ragnarok online misalnya. Saya pernah ngajak dia menelusuri Friendster bareng, dari orang-orang yang kita kenal sampe orang-orang yang kita kaga kenal. Dia bilang ama saya, sekarang mau jadi supermodel ga perlu susah-susah, pajang foto aja di Friendster. haha. Kesan pertama denger joke nya, lucu. tapi kalau dipikir-pikir, bisa juga entah kapan diwujudkan, cari model lewat Friendster. Abis, jujur saja, foto-foto yang dipasang di Friendster itu bagus-bagus lho dan ga kalah ama yang jadi cover majalah.

Pernah juga saya join satu account Friendster. Sampe pada puncaknya, saya men-delete Friendster pribadi saya. Jadi, saya sudah tidak punya Friendster atas nama saya pribadi. Meskipun sebenarnya, saya masih punya satu account Friendster buat iseng2 dan itu bukan atas nama saya. banyak orang kaget juga saya mendelete Friendster saya itu. Yah ga ada yang perlu dipertanyakan dan disesalkan, kalau apa yang hendak dipertanyakan dan disesalkan itu udah terjadi. Sampai detik ini pun, saya sendiri masih demen ama Friendster. Saya masih kangen liat2 foto orang-orang lagi terutama temen2 saya yang mulai pada jauh semua. Tapi bukankah ruang komunikasi yang sebenarnya itu lebih luas dari sebentang layar website Friendster ini?

(just memorize to Friendster)

-aLice


(dari blog multiply tertulis tanggal 29 January 2007)
Read More

Pepatah hati

Bila bayangan itu datang menjenguk pikiranku
Aku terbuai dalam alunan permainannya
Tatkala membawaku ke dalam titik awalnya

Dimana saat itu aku bertemu sosok dirinya
Ia menatapku dalam senyumannya
Sungguh aku tak pernah lupa saat itu

Karna saat itulah aku mulai memikirkan dirinya
Berharap akan dirinya sampai detik ini
Bahwa ia adalah cintaku selamanya


-aLice

(dari blog multiply tertulis tanggal 15 January 2007)
Read More

Kehidupan ini bukan rumus penjumlahan

Dalam hidup ini tidak ada yang salah dan yang benar
hidup tidak dapat disamakan dengan rumus penjumlahan yang:

1+1=2

kalau jawabannya 3, maka sudah dipastikan kita pasti salah, harus 2 jawabannya.

Hidup ini tidak ada patokan harus 'begitu' jawabannya, harus 'begitu' jalannya

Saya ingin mengutip sedikit artikel 'Revolusi kecantikan' karya Andre Syahreza dalam buku teranyarnya The innocent rebel, ia mengatakan bahwa kecantikan adalah sebuah konsep. Diciptakan oleh komunitas tertentu yang merasa punya kuasa untuk menentukan konsep tentang kecantikan. Mereka adalah para industrialis produk kecantikan yang pada akhirnya memiliki kepentingan meraup keuntungan yang sebesar-besarnya.

Dengan begitu, hal yang ingin saya kaitkan di sini adalah bahwa kehidupan itu adalah sebuah konsep juga. Konsep tersebut diciptakan oleh masyarakat luas baik yang masi tradisional maupun yang modern.

konsep kehidupan seperti menikah, mempunyai 2 anak, menjadi wanita karir, dan sebagainya. Seperti kita sekolah sampai kuliah, lantas abis lulus lalu mencari pekerjaan dan bekerja, meniti karir. Setelah itu menikah, setelah menikah tetap bekerja, dan mempunyai anak, setelah mempunyai anak tetap bekerja juga untuk menghidupi anak. Saya melihat kehidupan seperti itu kini sudah banyak menjamur luas di era kehidupan zaman kini dan dianggap 'ideal' dan 'benar'.

Bila seseorang memilih tidak menikah dan tidak mau mempunyai anak, maka ia akan dianggap 'tidak ideal' dan 'salah'.
Bila seseorang memilih tidak mau menjadi wanita karir, maka dia juga dianggap 'salah'. Mengapa salah? Katanya sebagai wanita tidak boleh benar-benar menggantungkan hidup 100% ama suami. Sebagai wanita harus ada mata pencaharian sendiri paling tidak penghasilan sendiri untuk memenuhi kebutuhan sendiri, sebagai wanita harus bisa 'menyaingi' suami. Dalam arti, harus 'sepadan' dengan suami. Jadi yang saya tangkap, apabila tingkat suami itu dikategorikan A, maka kita tidak boleh dalam kategori C. Paling tidak, kita harus dapat mencapai kategori B+. Kenapa? Supaya suami tidak memandang rendah kita dan dapat menghargai dan menghormati kita.
Ada yang bilang juga kalau suami itu memandang rendah, tidak menghargai kita dan tidak menghormati kita dampaknya akan sangat jelek, bisa mulai memarah-marahi istri, menjadikan istri sebagai pelampiasan emosinya bahkan yang lebih parah, menjadikan istri sebagai bahan yang empuk atas tindakan kekerasannya.

Kembali lagi ke perkataan bahwa apabila seseorang tidak menikah dan tidak mempunyai anak maka dianggap 'salah'. What's wrong? Di luar dari diskusi dari segi keagamaan, saya rasa hal itu sangat layak sekali dan tidak ada anehnya.

Menurut saya secara pribadi, jangan menjadi korban konsep.
karna yang rugi itu diri kita sendiri bukan diri orang lain.
kita yang mengalami perih-perihnya dan tentu aja bukan orang lain!
apa yang dapat mereka katakan?
OOOooo.. kasiann yaa..

Seperti halnya begini, karena termakan konsep..
Hei, udah 25 nih... Pacarnya dikenalin donk jangan diumpetin..

What ?!?!?!?!

atau sama halnya dengan

Wah tahon depan uda 31 nih.. kapan sih undangan marriednya dikirim?

urrgghhhhh ?!?!?!?!

yang mau saya omongin di sini juga bukan dari segi tentang pernikahan dan punya anak saja.
sama halnya dengan "konsep-konsep kehidupan" lain
seperti bekerja. Karena lulusan luar negeri harus bekerja di perusahaan luar negeri juga. karena lulusnya di bidang itu maka harus bekerja di bidang itu juga. What gitu lho?!?!?!
Menurut saya, pekerjaan itu ya lakuin aja sedapatnya dan semampunya kita
ga usa terlalu memaksakan diri sendiri dan ga usa put ourself higher..
jangan pernah lewatkan kesempatan apapun, karena setiap kesempatan itu berkat dariNYA.
meskipun yang saya maksud "kesempatan" di sini bukan berarti mendapat sesuatu yang besar, seperti kerja di perusahaan besar, menjadi pacar dari pengusaha kaya.. Maksud saya, bahwa hal-hal kecil itu dapat menjadi besar pada saat dan waktu yang tepat pada nantinya.
Kesempatan itu dimulai dari hal-hal kecil, dari hal-hal yang kelihatan mungkin 'tidak berguna', seperti kita akan melihatnya sebagai 'the ugly duckling'.. padahal ugly duckling itu pada akhirnya bisa menjadi swan yang cantik.

Segala sesuatu itu juga ga bisa dinilai dengan sekedar 'pandangan mata' saja. Ini mengingatkan saya pada gunung es yang dapat menenggelamkan kapal titanic, betapa kecil penampakannya dan dapat dilibas oleh kapal dalam pemikiran kita, tapi nyatanya dari sesuatu yang "kecil" itu dapat menjadi "besar" dan dapat melakukan hal-hal yang di luar pemikiran kita. Maka, jangan pernah memandang orang lain itu rendah seburuk apapun penampakannya. Saya percaya tidak ada orang yang 'rendah', sekalipun dia itu hanya seorang tukang sampah, cleaning service, pembantu rumah tangga, atau bahkan seorang pengangguran sekalipun.

Saya tidak membuat konsep untuk diri saya sendiri, seperti saya harus mendapat suami yang begini begitu.. harus dapat anak yang begini begitu..
Dalam hidup ini saya mempunyai 2 tujuan hidup, yakni bisa hidup sederhana dan bahagia.
Hidup sederhana di sini bukan hanya secara jasmani, tapi juga secara pemikiran , yakni mempunyai pemikiran yang simple. mama ku pernah mengatakan bahwa orang yang simple pemikirannya lebih mudah untuk bahagia. Di luar dari segala ucapannya aku memang ingin menjadi orang yang lebih simple, tidak complicated. Otherwise, memang masi belom bisa saya lakukan, makanya saya meletakkan itu sebagai tujuan hidup saya.

Tiap orang boleh mempunyai tujuan hidup yang sesuai kehendaknya. Hanya akan lebih baik jangan menyamakan tujuan hidup kita dengan tujuan hidup orang lain, dalam arti di sini yakni membandingkan diri kita dengan orang lain. Jadi kalau orang lain itu 'begini' hidupnya, maka kita akan membandingkan hidup kita dengan hidupnya, merasa bahwa kita harus mempunyai yang 'lebih tinggi' dari diri orang lain tersebut, maka kita akan merasa puas bahkan 'menang'. Apakah tujuan hidup itu berarti kemenangan? Kemenangan yang bagaimana? Sebuah kemenangan itu ga akan ada abis-abisnya sama halnya dengan menjalani peperangan untuk kemenangan yang juga tak akan ada abis-abisnya.
Akan lebih baik juga tujuan hidup itu tidak diletakkan atas dasar konsep kehidupan, melainkan atas dasar keinginan pribadi atas dasar keputusan pribadi yang wajib dipertanggung jawabkan.




-aLice

(dari blog multiply tertulis tanggal 13 January 2007)
Read More

Something dalam Flickrwalking

Kemaren malem..
gw akhirnya 'terjebak' juga dalam area Flickrwalking

dan.. wew

gw baru tau kalau
salah seorang mantan teman blogger yang uda beberapa waktu lamanya itu berhenti blogger
itu baru MARRIED
marriednya sekitar awal oktober taon ini..

sekilas melihat foto-foto pernikahannya dari temanku yang menaruhnya di blog fotografinya
dan tentunya me links ke blog mantan teman blogger itu
jadi deh gw masuk area flickrwalking..

honestly.. bagus juga foto-foto nya

well.. orang pasti move on ya
dan hidup menuju suatu arah
seperti orang yang pacaran, mereka kelak married
orang yang sekolah, kelak lulus..
dan tentu saja
orang yang hidup, kelak pasti akan menuju liang kubur..

entah bagaimana denganku..
aku sendiri merasa waktu seakan berhenti..
lebih tepatnya aku yang berhenti
waktu sih jalan terus, hari berganti hari
sekarang saja hari sudah seperti hitungan jari menuju ke taon 2007
tahun pun berganti tahun
hanya aku di sini.. berusaha diam dalam putaran waktu
menanti.. menunggu.. memikirkan..


dia.

(dari blog multiply tertulis tanggal 28 December 2006)
Read More

© 2012 The adventure of life, AllRightsReserved.

Blog template credited to Bestbloggertemplate