We know.. that life is never be easy. That's true indeed.
Getting one step ahead in our life feels hard as well. If "hard" word seems like more common, let me say it "challenging".
Challenge. Tantangan. Apa kamu suka tantangan? Apakah kamu suka ditantang?
Apa gunanya ditantang?
Untuk membuktikan kalau kita bisa lebih baik dari orang yang menantang. Bisa juga untuk membuktikan kalau kita punya kemampuan 'lebih' di depan orang yang menantang. Banyak alasan untuk itu, yang pasti kalau kamu terlihat 'lemah' dan 'kalah' depan orang yang ditantang, pasti kamu merasa malu dan ga berarti.
Bagaimana kalau hidup menantang kamu? Apa kamu berani untuk menunjukkan bahwa kamu punya kemampuan 'lebih' daripada hidup? Apa kamu bisa menunjukkan bahwa kamu bisa lebih baik daripada hidup 'memukul' kita?
Melangkah maju ke depan, langkah tiap langkah tiada yang mudah. Saya tau itu dengan jelas. Seperti orang yang mempersiapkan diri secara lahir dan batin untuk menikah. Saya tau itu sulit. Banyak hal-hal dan masalah-masalah yang harus dihadapi. Persiapannya saja sudah memusingkan dan membuat stress, kehidupan setelah menikah lebih-lebih lagi banyak tantangan dan masalah-masalahnya sendiri. Seperti yang saya selalu percaya, pernikahan itu bukan akhir dari segalanya, tapi awal dari segalanya. dimana kita membuka lembaran baru dalam chapter hidup kita.

Banyak orang selalu mengidentifikasikan pernikahan itu dengan kebahagiaan. Contohnya: dalam adat chinese, seringkali kita menemukan lambang kanji "Xi" yang berarti "kebahagiaan", Lebih populernya lagi dengan sebutan "Shuang Xi" yang artinya "kebahagiaan ganda". Saya sendiri ketika mendengar tentang pernikahan, baik itu temen yang ga terlalu deket, asal tau aja gitu, ikut merasa bahagia kalo ada kenalan atau teman yang menikah. Padahal kehidupan pernikahan itu sendiri ga selalu identik dengan kebahagiaan. Well, mungkin maksudnya pas hari H nya, pengantin terlihat bahagia, jadi kita ikut terbawa arus kebahagiaan itu.
Saya sendiri setuju dengan anggapan bahwa Hidup menikah ga selalu berarti bahagia dan hidup single ga selalu berarti ga bahagia. Semua jalan yang kita tempuh, baik menikah atau tidak menikah memiliki kesulitan dan kebahagiaannya masing-masing. Jadi kalau ditanya enakan hidup menikah atau tidak menikah, tergantung masing-masing individu. Saya melihat ada orang yg sepanjang kehidupan pernikahannya tidak bahagia, ketika menjadi single lagi, lebih bahagia daripada ketika menikah. Demikian pula sebaliknya, adapula yang ketika menikah, dia merasa lebih bahagia daripada hidup sendiri. Jadi sebenarnya, tidak ada yang perlu di-iri hati-kan. Saya terkadang bingung ngeliat orang yg iri hati terhadap temannya yang sudah menikah duluan. Saya pernah mendengar komentar seperti:
Enak ya.. kamu sudah punya cowok.. bentar lagi married nih. gak kaya gue..
Komentar itu bukan ditujukan ke saya, tapi dari seorang teman ke temannya yang lain, saya hanya kebetulan mendengarnya.
Kalau menurut saya, masalah yang paling penting dalam mempersiapkan pernikahan itu adalah mental kita pribadi. Apa kita sudah yakin menikah dengan dia?
Apa kamu dan dia memiliki komitmen pernikahan yang sejalan? Karena pernikahan itu adalah perjalanan dua individu untuk melangkah ke arah yang sama, bukan ke arah yg berlainan. Kalo berlainan mah mendingan hidup masing-masing dong... dan untuk menyatukan dua orang yang memiliki pemikiran, prinsip hidup, kepribadian dan ekspektasi yang berbeda bukanlah hal yang mudah. Bahkan, di antaranya ada yang gagal untuk melangkah ke pelaminan.
Sebagai seorang perempuan, saya juga mendambakan kebahagiaan bersama orang yang saya cintai. Saya yakin setiap wanita juga mendambakan hal itu. Setiap wanita juga ingin menikah dengan orang yang dicintainya dan hidup bahagia. Saya juga punya impian yang sama. Saya yakin, gak ada seorang wanita pun yang mau untuk gak jadi menikah dengan orang yang dicintainya.
Tapi, sekali lagi, sebagai manusia, kita hanya bisa berdoa dan bersyukur. Kita hanya bisa berusaha yang terbaik, tapi apapun yang terjadi, baik itu musibah atau berkat, baiknya kita menerimanya dengan lapang dada dan berserah kepadaNYA. hanya Dia yang tau yang terbaik buat kita.
(picture taken from here)
Read More
Getting one step ahead in our life feels hard as well. If "hard" word seems like more common, let me say it "challenging".
Challenge. Tantangan. Apa kamu suka tantangan? Apakah kamu suka ditantang?
Apa gunanya ditantang?
Untuk membuktikan kalau kita bisa lebih baik dari orang yang menantang. Bisa juga untuk membuktikan kalau kita punya kemampuan 'lebih' di depan orang yang menantang. Banyak alasan untuk itu, yang pasti kalau kamu terlihat 'lemah' dan 'kalah' depan orang yang ditantang, pasti kamu merasa malu dan ga berarti.
Bagaimana kalau hidup menantang kamu? Apa kamu berani untuk menunjukkan bahwa kamu punya kemampuan 'lebih' daripada hidup? Apa kamu bisa menunjukkan bahwa kamu bisa lebih baik daripada hidup 'memukul' kita?
Melangkah maju ke depan, langkah tiap langkah tiada yang mudah. Saya tau itu dengan jelas. Seperti orang yang mempersiapkan diri secara lahir dan batin untuk menikah. Saya tau itu sulit. Banyak hal-hal dan masalah-masalah yang harus dihadapi. Persiapannya saja sudah memusingkan dan membuat stress, kehidupan setelah menikah lebih-lebih lagi banyak tantangan dan masalah-masalahnya sendiri. Seperti yang saya selalu percaya, pernikahan itu bukan akhir dari segalanya, tapi awal dari segalanya. dimana kita membuka lembaran baru dalam chapter hidup kita.

Banyak orang selalu mengidentifikasikan pernikahan itu dengan kebahagiaan. Contohnya: dalam adat chinese, seringkali kita menemukan lambang kanji "Xi" yang berarti "kebahagiaan", Lebih populernya lagi dengan sebutan "Shuang Xi" yang artinya "kebahagiaan ganda". Saya sendiri ketika mendengar tentang pernikahan, baik itu temen yang ga terlalu deket, asal tau aja gitu, ikut merasa bahagia kalo ada kenalan atau teman yang menikah. Padahal kehidupan pernikahan itu sendiri ga selalu identik dengan kebahagiaan. Well, mungkin maksudnya pas hari H nya, pengantin terlihat bahagia, jadi kita ikut terbawa arus kebahagiaan itu.
Saya sendiri setuju dengan anggapan bahwa Hidup menikah ga selalu berarti bahagia dan hidup single ga selalu berarti ga bahagia. Semua jalan yang kita tempuh, baik menikah atau tidak menikah memiliki kesulitan dan kebahagiaannya masing-masing. Jadi kalau ditanya enakan hidup menikah atau tidak menikah, tergantung masing-masing individu. Saya melihat ada orang yg sepanjang kehidupan pernikahannya tidak bahagia, ketika menjadi single lagi, lebih bahagia daripada ketika menikah. Demikian pula sebaliknya, adapula yang ketika menikah, dia merasa lebih bahagia daripada hidup sendiri. Jadi sebenarnya, tidak ada yang perlu di-iri hati-kan. Saya terkadang bingung ngeliat orang yg iri hati terhadap temannya yang sudah menikah duluan. Saya pernah mendengar komentar seperti:
Enak ya.. kamu sudah punya cowok.. bentar lagi married nih. gak kaya gue..
Komentar itu bukan ditujukan ke saya, tapi dari seorang teman ke temannya yang lain, saya hanya kebetulan mendengarnya.
Kalau menurut saya, masalah yang paling penting dalam mempersiapkan pernikahan itu adalah mental kita pribadi. Apa kita sudah yakin menikah dengan dia?
Apa kamu dan dia memiliki komitmen pernikahan yang sejalan? Karena pernikahan itu adalah perjalanan dua individu untuk melangkah ke arah yang sama, bukan ke arah yg berlainan. Kalo berlainan mah mendingan hidup masing-masing dong... dan untuk menyatukan dua orang yang memiliki pemikiran, prinsip hidup, kepribadian dan ekspektasi yang berbeda bukanlah hal yang mudah. Bahkan, di antaranya ada yang gagal untuk melangkah ke pelaminan.
Sebagai seorang perempuan, saya juga mendambakan kebahagiaan bersama orang yang saya cintai. Saya yakin setiap wanita juga mendambakan hal itu. Setiap wanita juga ingin menikah dengan orang yang dicintainya dan hidup bahagia. Saya juga punya impian yang sama. Saya yakin, gak ada seorang wanita pun yang mau untuk gak jadi menikah dengan orang yang dicintainya.
Tapi, sekali lagi, sebagai manusia, kita hanya bisa berdoa dan bersyukur. Kita hanya bisa berusaha yang terbaik, tapi apapun yang terjadi, baik itu musibah atau berkat, baiknya kita menerimanya dengan lapang dada dan berserah kepadaNYA. hanya Dia yang tau yang terbaik buat kita.
(picture taken from here)